KITA semua sadar bahwa sekarang ini media sosial seperti kehidupan yang tidak bisa terpisahkan. Bangun tidur cek notifikasi ponsel, sebelum tidur, pastiin semua notifikasi sudah dibuka dan dibalas semampunya.
Mungkin bagi sebagian orang sebatas itu cukup. Tapi, bagi influencer dan para pekerja di dunia media sosial, mereka menganggap jagat maya adalah ladang rezeki. Maka dari itu, sosial mereka biasanya terstruktur dan tidak sembarangan posting.
Selian itu, masalah jumlah followers pun menjadi pembahasan yang menarik. Kita sadar bahwa semakin banyak followers yang Anda miliki, beberapa masyarakat menganggap Anda bisa dipercaya dan bisa membawa dampak ke kehidupan.
Tapi, apakah benar jumlah followers memengaruhi eksistensi seorang influencer atau pelaku bisnis media sosial?
Dikutip Bandar Ceme, jumlah pengikuti di media sosial tidak menjamin akun media sosial Anda 'hits'. Hal ini berkaitan dengan kasus influencer yang mengiklankan produk di media sosialnya.
Penggambarannya seperti ini. Anda memiliki sebuah toko dengan jumlah orang hilir mudik masuk ke toko Anda dalam satu tahun misalnya 50.000 orang. Tetapi, setelah di data, hanya sekitar 1.000 yang tertarik untuk berbelanja di toko Anda. Sisanya? Ya, lihat-lihat saja.
Mungkin bagi sebagian orang sebatas itu cukup. Tapi, bagi influencer dan para pekerja di dunia media sosial, mereka menganggap jagat maya adalah ladang rezeki. Maka dari itu, sosial mereka biasanya terstruktur dan tidak sembarangan posting.
Selian itu, masalah jumlah followers pun menjadi pembahasan yang menarik. Kita sadar bahwa semakin banyak followers yang Anda miliki, beberapa masyarakat menganggap Anda bisa dipercaya dan bisa membawa dampak ke kehidupan.
Tapi, apakah benar jumlah followers memengaruhi eksistensi seorang influencer atau pelaku bisnis media sosial?
Dikutip Bandar Ceme, jumlah pengikuti di media sosial tidak menjamin akun media sosial Anda 'hits'. Hal ini berkaitan dengan kasus influencer yang mengiklankan produk di media sosialnya.
Penggambarannya seperti ini. Anda memiliki sebuah toko dengan jumlah orang hilir mudik masuk ke toko Anda dalam satu tahun misalnya 50.000 orang. Tetapi, setelah di data, hanya sekitar 1.000 yang tertarik untuk berbelanja di toko Anda. Sisanya? Ya, lihat-lihat saja.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Penggambaran ini pun sama dengan apa yang dialami para influencer. Mungkin jumlah followers mereka banyak, tapi apakah jumlah tersebut menjadi keberhasilan usaha tau dapat meraup rupiah yang banyak? Jawabannya hanya bisa dijawab per individu.

Kenapa akhirnya banyak followers yang sekadar lihat-lihat?
Banyak faktornya. Salah satu yang paling dasar adalah terkait konten yang dibuat. Jika isi dari postingan Anda tidak menarik bahwa cenderung basi, followers pun akan bosan dan bisa saja pergi tidak mau kembali lagi ke 'toko' Anda.
Namun, bukan berarti followers yang banyak juga tidak punya kekuatan. Pada beberapa akun media sosial, si pemilik akun memiliki kekuatan tersendiri yang mungkin bisa memengaruhi minat pengikutnya. Sekali lagi, ini sangat subjektif dan hanya bisa nilai kasus per kasus.
Nah, kalau sudah begini, apakah followers penting?
Penting untuk membuat pengikut percaya terlebih dulu. Sadar atau tidak, Anda akan lebih tertarik mampir ke akun media sosial yang jumlah pengikutnya banyak dibandin yang sedikit, bukan?
Tapi, konten menjadi nilai utama yang harus diamini semua influencer baik selebgram, youtubers, vlogger, atau blogger. Jika konten yang disajikan menarik, tentu pengikut Anda aka betah berlama-lama di akun Anda. Bukankah ini hal yang Anda inginkan?
Sedikit tambahan, punya gol bulanan menjadi hal yang cukup krusial dalam menghidupi media sosial. Jika Anda tidak punya tujuan dalan menjalani akun media sosial, maka pengikut pun tidak akan menganggap Anda penting. Tidak susah lho untuk unfollow atau pergi dari akun Anda, ya, kan?





Tidak ada komentar:
Posting Komentar