Perasaan tidak tega seringkali menghantui perasaan para orangtua yang mulai menerapkan pisah tidur dengan anak-anaknya.
Biasanya, rasa semacam itu timbul karena orangtua takut anak terbangun sendirian di malam hari, yang bisa membuat mereka gelisah atau menangis.
Dalam Islam, ada anjuran untuk memisahkan kamar tidur anak-anak dengan orangtua, termasuk dengan saudara kandungnya yang beda kelamin.
Dikutip dari Bandar Ceme, sebagaimana diketahui dalam hadis di atas Rasul tidak mengatakan alasan pemisahan tempat tidur tersebut.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Terdapat beberapa pendapat ulama dalam hal memisahkan tempat tidur anak tersebut yang dirangkum oleh Musthafa al-Adawy dalam bukunya Fiqh Tarbiyat al-Abna.
Menurut Imam al-Manawi dalam Fath al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Shaghir bahwa memisahkan tempat tidur anak-anak dalam ruang yang berbeda jika mereka telah menginjak 10 tahun adalah sebagai kehati-hatian dari godaan syahwat, meskipun mereka adalah saudara kandung.
Kedua Imam al-Thibi berpendapat bahwa penggabungan perintah salat dengan perintah memisahkan tempat tidur mereka dalam ahdis di atas adalah untuk mendidik mereka agar selalu menjaga perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya serta mengajari mereka bagaimana adab bergaul di antara sesama.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar