Agen Poker Indonesia - SALAH satu aspek pengasuhan yang paling penting namun sangat sensitif adalah melindungi anak dari gangguan apapun.
Orangtua mana sih yang tidak akan sedih dan kesal saat mendengar anak pulang menangis atau kesal tentang perilaku orang lain?
Biasanya situasi ini sukses tidak hanya membuat frustrasi, tetapi juga membuat kita sebagai orangtua merasa tidak berdaya.
Biasanya situasi ini sukses tidak hanya membuat frustrasi, tetapi juga membuat kita sebagai orangtua merasa tidak berdaya.
Inilah alasan mengapa sangat penting bagi orang tua untuk dapat membedakan antara jenis-jenis intimidasi.
Menyadari jenis penindasan tidak hanya dapat membantu kita sebagai orangtua menangani seluruh situasi dengan cara yang lebih baik, tetapi juga dapat mempersiapkan diri untuk membantu anak.
Menyadari jenis penindasan tidak hanya dapat membantu kita sebagai orangtua menangani seluruh situasi dengan cara yang lebih baik, tetapi juga dapat mempersiapkan diri untuk membantu anak.
Maka dari itu, memahami apa saja tipe-tipe bullying atau penindasan terhadap anak, sebagai antisipasi untuk melindungi anak tercinta penting adanya.
Untuk yang masih bingung seperti apa sih tipe-tipe penindasan tersebut? Berikut pemaparan empat tipe bullying yang harus diwaspadai para orangtua, sebagaimana dilansir Agen Poker Indonesia.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
1. Penindasan fisik
Ini adalah jenis penindasan yang paling umum, terjadi ketika pelaku yang lebih besar dalam ukuran dan bertubuh kuat, mencoba mengintimidasi yang lebih lemah.
Ini bisa termasuk memukul, menendang, meninju, menyandung, menghalangi jalan dan bahkan menarik rambut bahkan melibatkan sentuhan dengan cara yang tidak pantas.
Untuk mengidentifikasi tindak bullying satu ini, orangtua harus peka mencari misalnya bekas memar atau luka yang biasanya tidak dapat dijelaskan karena anak-anak jarang memberi tahu orang tua mereka tentang apa yang sedang mereka alami.

2. Penindasan verbal
Intimidasi verbal melibatkan penggunaan kata-kata dan pernyataan
yang menyakitkan, pemanggilan nama, dan bahkan ancaman.
Kata-kata dan
komentar yang kejam ini dibuat dengan tujuan utama untuk menyakiti
seseorang. Komentar tersebut mungkin termasuk penghinaan pada penampilan
fisik, jenis kelamin, agama seseorang atau bahkan cara mereka
berperilaku. Ini juga melibatkan mengejek cara seseorang berbicara.
Dari luar, memang ‘bekasnya’ tidak terlihat. Maka dari itu,
sebagai orangtua kita harus peka terhadap perubahan sikap anak.
Misalnya
anak tiba-tiba menutup diri, menarik diri, jadi sensitif, moody-an,
atau merasa rendah diri. Jika keadaan bertambah buruk, bisa langsung
berbicara dengan pihak sekolah untuk mencari cara yang lebih baik untuk
menghadapi intimidasi verbal ini.
Ajari juga pada anak bagaimana membela
dirinya sendiri alih-alih mengajari mereka untuk mengabaikan komentar
yang menyakitkan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar