Agen Poker Indonesia - MENCINTAI seseorang tidak harus sampai rela mati. Persepsi di masyarakat juga menjelaskan; jika Anda terlalu cinta, nanti malah sakit hati dan berujung depresi.
Perasaan cinta yang besar pada seseorang memang menjadi hak dari setiap manusia. Tapi, mencintai dengan cara yang bijak akan membuat Anda merasa lebih manusiawi.
Sayangnya, remaja sekarang banyak yang menjadi 'Bucin' atau budak cinta. Jadi, mereka rela melakukan apa pun demi pasangannya. Tak jarang sampai mengorbankan nyawa dan masa depan.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus, Kultur seperti ini sudah tidak bisa lagi dianggap normal. Pasalnya, banyak dari remaja 'Bucin' ini yang sampai menomor duakan logikanya dan tak sedikit melakukan tindakan kriminal.
Masih ingat kasus kematian Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK di Bogor, yang menjadi korban pembunuhan pacarnya sendiri?
Ya, Andriana tewas ditusuk dengan sebilah pisau di sebuah gang. Mayatnya dibiarkan tergeletak di jalanan sempit. Sang pacar membunuh kekasihnya itu karena alasan cemburu, dilansir Agen Poker Indonesia.
Perasaan cinta yang besar pada seseorang memang menjadi hak dari setiap manusia. Tapi, mencintai dengan cara yang bijak akan membuat Anda merasa lebih manusiawi.
Sayangnya, remaja sekarang banyak yang menjadi 'Bucin' atau budak cinta. Jadi, mereka rela melakukan apa pun demi pasangannya. Tak jarang sampai mengorbankan nyawa dan masa depan.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus, Kultur seperti ini sudah tidak bisa lagi dianggap normal. Pasalnya, banyak dari remaja 'Bucin' ini yang sampai menomor duakan logikanya dan tak sedikit melakukan tindakan kriminal.
Masih ingat kasus kematian Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK di Bogor, yang menjadi korban pembunuhan pacarnya sendiri?
Ya, Andriana tewas ditusuk dengan sebilah pisau di sebuah gang. Mayatnya dibiarkan tergeletak di jalanan sempit. Sang pacar membunuh kekasihnya itu karena alasan cemburu, dilansir Agen Poker Indonesia.
Kasus ini menjadi catatan kelam bagi banyak pihak. Psikolog Meity
Arianty, STP., M.Psi., memberikan pandangannya mengenai bentuk cinta
yang berlebih ini di kalangan remaja.
Bagi psikolog yang biasa disapa Mei, remaja bisa menjadi 'Bucin'
karena banyak hal. Namun, mesti diketahui sebelumnya, jika bicara cinta,
itu sama saja antara yang tua dan muda.
Ini tergantung tiap individu
mempersepsikan cinta dengan cara seperti apa dan dalam bentuk seperti
apa.
Nah, karena fokus di sini adalah remaja, biasanya mereka masih
dikenal dengan cinta monyet, sehingga untuk merasakan cinta yang
mendalam rasanya belum sampai ke situ.
"Namun harus diketahui, cinta remaja pun sering kali berujung
pada hal yg di luar nalar karena remaja sendiri memang tidak berpikir
panjang, mereka cenderung mengikuti hawa nafsu dan semaunya. Jadi,
logikanya tumpul," terang Psikolog Mei pada Okezone, Senin (28/1/2019).
Itu sebabnya bicara tentang cinta tidak pandang usia, karena
tergantung tiap individu menginterpretasikan cinta seperti apa. Ini juga
yang kemudian memunculkan istilah 'Bucin' di masyarakat.
"Karena biasanya ada beberapa individu yg rela melakukan apapun
demi cinta. Logika berpikir mereka tidak jalan dan perasaan memegang
peranan yang sangat besar dalam hal ini," paparnya.
Kurangnya Kasih Sayang di Dalam Keluarga
Psikolog Mei melanjutkan, remaja atau dewasa muda bisa menjadi
'Bucin'juga karena kurangnya perhatian dan kasih sayang di dalam rumah.
"Selain itu, mereka juga biasanya orang-orang yang tidak memiliki
kedekatan dengan keluarga, berasal dari keluarga broken home, dan pada
beberapa kasus karena keluarga yang tidak memberikan perhatian lebih,"
ungkap Psikolog Mei.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Dia menambahkan, ada beberapa hal yang mesti dilakukan pada remaja atau dewasa muda yang sudah menjadi 'Bucin'.
Langkah pertama adalah dengan memberikan pembekalan ilmu yang
lebih berkualitas, misalnya kepercayaan diri. Sebab, dengan dia mau
menghargai dirinya, dia akan menyayangi dirinya sendiri.
Tidak hanya itu, dia juga akan menempatkan diri dengan baik,
sehingga hal-hal yang merugikan dirinya tentu tidak akan dia lakukan.
"Alasannya jelas, karena dia sayang dengan tubuh dan kehidupan dirinya,"
tegasnya.
Tindakan ini, sambung Psikolg Mei, harus menjadi perhatian
orangtua. Sebab, peran orangtua sangat penting. Itu sebabbnya, saat ini
orangtua menjadi ujung tombak bagi anak-anaknya terutama yang menginjak
remaja.
Upaya Membenahi Sikap "Bucin" di Kalangan Milenial
Tidak hanya peran orangtua yang penting di sini. Teman terdekat dari remaja yang sudah menjadi 'Bucin' pun diperlukan.
Tidak hanya peran orangtua yang penting di sini. Teman terdekat dari remaja yang sudah menjadi 'Bucin' pun diperlukan.
Sebab, tak sedikit dari remaja seperti ini yang tidak bisa terbuka dengan orangtua dan lebih memberikan kepercayaannya pada teman sebayanya.
Karena itu, Psikolog Mei juga menitipkan pesan pada Anda yang mungkin
punya sahabat 'Bucin', ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.
"Hal pertama dalan memberikan motivasi dan mengajarkan si dia
(remaja 'Bucin') untuk mau melihat hal-hal positif yang dia miliki,
sehingga hal itu dapat meningkaykan kepercayaan dirinya," katanya.

Menjadi catatan juga di sini, Anda mesti sadar kalau setiap orang
punya kelebihan dan hal-hal baik dalam dirinya.
Ini yang harus
ditonjolkan pada teman Anda yang sudah menjadi 'Bucin'. Jangan sampai
dia melangkah terlalu jauh dan berbuat hal yang merugikan orang lain
atau dirinya sendiri.
"Dengan dia melihat hal positif dan kelebihan yang dia miliki,
itu akan buat dia lebih percaya diri dan membuat dia merasa ada hal yang
dia miliki dalam hidupnya dan itu perlu diperjuangkan," tutur Psikolog
Mei.
Satu hal yang harus diingat, jangan pernah Anda memberikan
nasihat kepada teman yang 'Bucin' dengan kesan menggurui. Hal ini yang
malah akan membuat kepercayaan yang sudah dia berikan ke Anda runtuh
seketika.
Kalau sudah begini, yang terjadi adalah rasa kehilangan yang
besar dan ini bisa membuat teman Anda yang sudah 'Bucin' malah akan
semakin terpuruk dan membuat dia merasa tidak berguna.
"Ingat, fungsinya teman adalah bersama dalam suka mau pun duka
dan menerima semua hal, baik itu yang positif atau yang negatif," tambah
Psikolog Mei.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar