Agen Poker Indonesia - ISLAM hadir untuk memuliakan wanita. Di tengah masa-masa sebelum Islam, kaum wanita benar-benar menjadi golongan terbelakang.
Bahkan, masa sebelum Islam tak jarang terjadi pembunuhan terhadap bayi perempuan. Kini kaum Barat sering kali membenturkan ajaran Islam dengan kampanye kesetaraan gender bagi perempuan.
Sedangkan, sejatinya seluruh ajaran Islam bukan menjadi hambatan dalam keseteraan gender namun tegas memuliakan wanita.
Sebelum Islam datang, hampir di seluruh negeri kaum jahiliyah seperti Yunani, Arab, hingga Romawi menganggap bahwa wanita hanya sebagai alat kesenangan yang dapat dijualbelikan bak barang. Hak waris serta harta benda pun tak dimiliki.
Sebelum Islam datang, hampir di seluruh negeri kaum jahiliyah seperti Yunani, Arab, hingga Romawi menganggap bahwa wanita hanya sebagai alat kesenangan yang dapat dijualbelikan bak barang. Hak waris serta harta benda pun tak dimiliki.
Allah berfirman dalam Q.S An-Nahl: 58,”Dan apabila seseorang dari
mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah
padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.
Ia menyembunyikan dirinya dari
orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya.
Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan
menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah
buruknya apa yang mereka tetapkan itu”.

Hingga akhirnya agama Islam datang sebagai agama yang memuliakan
wanita. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi
kamu memusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan
mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah
kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji
yang nyata, dilansir Agen Poker Indonesia.
Dan bergaulah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu
tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak
menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang
banyak.”(QS. An Nisa: 19)
Pada ayat tersebut Allah jelas menegaskan bahwa wanita merupakan
sebuah kebaikan yang jelas. Wanita dengan jelas disebutkan harus
diperlakukan dengan baik tanpa paksakan.
Ustaz Jaiz Muslih, saat ditemui Solopos.com di kediamannya di
Pasar Kliwon, Solo, belum lama ini, mengatakan bahwa agama Islam juga
telah mengatur hak, kewajiban, yang jelas tujuannya sebagai upaya
memuliakan kaum Hawa itu. Rasulullah bersabda, “Aku wasiatkan kepada
kalian untuk berbuat baik kepada wanita.” (H.R Tirmidzi)
“Wanita yang belum menikah wajib taat pada agama dan orang
tuanya. Sedangkan yang telah menikah, ketaatan kepada orang tuanya
digantikan dengan ketaatannya kepada suaminya,” ujar pengajar di MTsN 1
Solo ini.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Menurutnya, dalam memuliakan wanita Islam telah mengatur hingga
ke dalam hal detail seperti dalam hal berbusana.
Hal itu untuk menjaga
kehormatan dan meninggikan derajat wanita. Wanita juga diperintahkan
untuk menjaga kehormatan kepada lelaki yang bukan suaminya dan tidak
berbaur dengan lelaki lain yang bukan makhramnya. Bahkan, wanita juga
dilarang menggunakan wangi-wangian saat keluar rumah.
Ia menambahkan Allah berfirman dalam Q.S Al-Ahzab: 59, “Hai Nabi,
katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri
orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.”
Menurutnya, wanita juga telah diatur hak-haknya seperti wanita berhak
dalam menuntut ilmu seperti para lelaki.
Dikarenakan ilmu merupakan
sebuah gerbang untuk menuju kehormatan dan pengetahuan untuk mengikuti
perkembangan zaman.
Selain itu, wanita juga telah memiliki hak waris
yang diatur dalam Alquran berbeda dengan zaman jahiliyah dimana wanita
menjadi kaum terbelakang.
Ia menambahkan, dalam pandangan lama wanita dilarang keras
bekerja untuk membantu suami dan hanya di rumah.
Namun, apabila melihat
sosok istri Nabi Muhammad, Aisyah merupakan pekerja yang cerdas dan
cakap.
Aisyah merupakan sosok sekretaris Rasul yang digunakan sebagai
narasumber para sahabat dengan menjaga dan kehormatan dirinya.
Wanita yang telah menikah dibolehkan membantu suami dalam bekerja
dengan dihitung amalan sadaqah.
Namun, wanita saat membantu suami dalam
bekerja juga mempertimbangkan lingkungan kerjanya. Pekerjaan baik
dengan lingkungan baik yang mulia serta dapat menjaga kehormatannya.
Namun, apabila dalam bekerja tidak berada dalam lingkungan yang baik
maka lebih baik di rumah mencari ilmu untuk mendidik anak-anaknya.
Atau
apabila ingin membantu perekonomian dapat bekerja dengan mengikuti zaman
seperti saat ini seperti berjualan secara online dengan berkewajiban
menjaga kehormatan dirinya, suaminya, dan keluarganya. Bagaimana pun,
kewajiban mencari nafkah adalah tugas seorang lelaki yang mampu.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar