Agen Poker Indonesia - MENCARI belahan jiwa adalah fase di mana seseorang akan menentukan lawan jenis seperti apa yang tepat dengan karakteristik dengan yang dia miliki. Dalam fase ini akan terasa sulit dan memiliki banyak pelajaran yang perlu Anda siapkan.
Setelah Anda menemukan seseorang yang tepat untuk Anda, berpacaran adalah hal yang dipilih untuk memiliki hubungan yang lebih dekat.
Setelah Anda menemukan seseorang yang tepat untuk Anda, berpacaran adalah hal yang dipilih untuk memiliki hubungan yang lebih dekat.
Pacaran merupakan fase di mana Anda saling mengenal pasangan Anda. Dalam berpacaran, pastinya Anda akan mengetahui sifat baik dan buruk sang pasangan yang belum Anda ketahui sebelumnya.
"Penelitian menunjukkan bahwa 94 persen orang berusia 20-an setuju dengan pernyataan 'ketika Anda menikah, yang paling penting adalah pasangan Anda adalah belahan jiwa Anda,’” ujar Dr. Marianne Dainton, pakar hubungan, penulis, dan profesor komunikasi di La Salle University , yang dilansir dari Agen Poker Indonesia.
"Penelitian menunjukkan bahwa 94 persen orang berusia 20-an setuju dengan pernyataan 'ketika Anda menikah, yang paling penting adalah pasangan Anda adalah belahan jiwa Anda,’” ujar Dr. Marianne Dainton, pakar hubungan, penulis, dan profesor komunikasi di La Salle University , yang dilansir dari Agen Poker Indonesia.
Menurut Dr. Dainton, ada dua masalah besar dengan kepercayaan ini.
Pertama, ini menempatkan patokan yang tinggi sehingga Anda mungkin tidak
bisa menemukan seseorang yang bisa hidup sesuai dengan Anda.
Kedua,
Jika Anda menemukan seseorang yang bisa bersama dengan jangka waktu yang
lama, tetapi mereka tidak bisa hidup selamanya.
Berikut 7 pemahaman yang menurut para ahli yang sulit untuk dipelajari sebelum Anda bertemu dengan jodoh Anda.
1. Menjaga harapan
Pemahaman ini merupakan pelajaran yang paling penting sebelum
Anda memiliki hubungan yang lebih serius.
Saat Anda menjalin hubungan,
tentu harapan Anda terhadap pasangan Anda bisa terjadi atu belum tentu
dengan harapan Anda. Penting untuk Anda ketahui, pastikan keinginan Anda
tidak menghalangi hubungan yang baik.
"Jika Anda mengharapkan makanan yang enak dan ternyata Anda
mendapatkan makanan yang luar biasa, Anda mungkin akan sangat bahagia,"
ujar Dr. Dainton.
"Tapi jika kamu mengharapkan makanan yang enak dan hanya ada saat malam hari, kamu akan sangat kecewa," lanjutnya.
2. Pasangan Anda mungkin menarik, tetapi mereka belum tentu bisa bertahan
Kunci hubungan yang baik adalah ketika ada kesamaan dalam tujuan
dan keyakinan. Dari latar belakang yang sama, pendekatan yang klop,
perasaan yang sama tentang bersosialisasi, atau selera musik dan makanan
yang sama dapat membantu untuk memperpanjang hubungan.
"Satu-satunya prediktor terbesar keberhasilan hubungan jangka panjang adalah kesamaan," kata Dr. Dainton.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
3. Bisa saling melengkapi
Hubungan yang baik dan bertujuan untuk memiliki hubungan
berjangka panjang terjadi ketika Anda dan pasangan Anda dapat saling
melengkapi.
Hubungan yang baik akan menambah sedikit sesuatu yang
istimewa untuk kehidupan Anda yang luar biasa, bukan mengisi kekosongan.
“Penting untuk memahami apa yang Anda inginkan dari hidup Anda
dan kemudian menemukan seseorang yang menginginkan hal yang sama dan
bersedia membantu Anda mencapainya,” kata Dr. Dainton.
4. Selesaikan hubungan yang buruk adalah alasan yang terbaik
Hubungan yang sudah terasa sudah tidak sehat memang harus
diselesaikan. Mungkin ketika Anda berhubungan Anda tidak cukup memahami
pasangan Anda atau mungkin Anda kesulitan membuka diri dan menjadi
rentan terhadap pasangan Anda.
Terlepas itu, memiliki kemampuan untuk
mengesampingkan ego dan belajar dari kesalahan masa lalu, menunjukkan
bahwa Anda siap untuk menemukan belahan jiwa Anda.
"Tidak peduli seberapa brengsek pasangan Anda, keinginan untuk
menyelesaikan kehancuran suatu hubungan adalah tanda sejati kedewasaan
hubungan," Stephanie D. McKenzie, CPC, CRC, CSSC , pelatih utama untuk
The Relationship Firm.
"Itu bukan demonstrasi kelemahan, tapi kekuatan," kata McKenzie.
5. Keterbukaan
Meminta pasangan Anda untuk terbuka mungkin tidak mudah bagi sebagian orang. Namun, jika Anda memiliki hubungan yang mendalam dengan seseorang, penting rasanya untuk membiasakan diri Anda.
Meminta pasangan Anda untuk terbuka mungkin tidak mudah bagi sebagian orang. Namun, jika Anda memiliki hubungan yang mendalam dengan seseorang, penting rasanya untuk membiasakan diri Anda.
"Tidak hanya meminta keterbukaan adalah bagian penting dari
pendewasaan secara emosional, tetapi juga menunjukkan bahwa Anda
menerima dan menerima batasan-batasan Anda," kata McKenzie.

6. Pembelajar berasal dari konflik
Setiap hubungan pasti ada pasang surutnya, apalagi memilih untuk
berhubungan yang lebih mendalam dan dekat.
Jadi, penting untuk
mengetahui bagaimana cara yang produktif untuk menyelesaikan konflik
dalam suatu hubungan.
Konflik tersebut dapat menjadi pelajaran yang
dapat membantu Anda dan pasangan Anda menuju hubungan yang lebih baik.
"Belajar berkomunikasi secara efektif dan tenang dalam menghadapi
konflik adalah keterampilan yang akan membantu Anda dengan baik dalam
semua hubungan Anda,” ujar McKenzie.
7. Kekurangan bukanlah kelemahan
Meminta bantuan dan membuka diri untuk pasangan Anda mungkin
bukan hal yang mudah. Kekurangan Anda bukanlah kelemahan Anda, karena
setiap orang memiliki kekurangan, hubungan adalah hal yang sangat tepat
untuk melihat apakah orang tersebut dapat menerima dan membantu
kekurangan Anda.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar