Agen Poker Indonesia - Banyak orang menganggap bahwa perempuan adalah makhluk yang rumit dan sulit dimengerti. Sehingga, sulit memahami isi hatinya dan apa yang dia inginkan. Benarkah demikian, dilansir Agen Poker Indonesia
Perempuan seperti baling-baling kipas
“Tidak,” tegas Tiara Sari, penulis asal Pariaman-Padang ini. Perempuan 26 tahun ini baru menerbitkan buku kumpulan cerpen yang bertemakan perempuan, yaitu Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan.
Perempuan seperti baling-baling kipas
“Tidak,” tegas Tiara Sari, penulis asal Pariaman-Padang ini. Perempuan 26 tahun ini baru menerbitkan buku kumpulan cerpen yang bertemakan perempuan, yaitu Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan.
Dalam bukunya, ia akan mengajak orang-orang untuk lebih mengenali perempuan. Jika selama ini kamu mengenal perempuan dari nama, wajah, suara, atau kebiasaan-kebiasaannya, artinya kamu belum mengenal perempuan.
“Perempuan seperti baling-baling kipas. Jangan menghitungnya saat ia tengah berputar cepat. Tapi tunggulah saat baling-baling itu berhenti.
“Perempuan seperti baling-baling kipas. Jangan menghitungnya saat ia tengah berputar cepat. Tapi tunggulah saat baling-baling itu berhenti.
Nah, dengan adanya buku ini, saya ingin orang-orang bisa melihat lebih dalam sosok perempuan. Karena buku ini berisi perihal yang tak tercatat dari perempuan yang sering luput, sehingga dianggap rumit, ” katanya.
Cara komunikasi yang berbeda
Naomi Ernawati Lestari, M.Psi, psikolog dari Klinik LightHOUSE Indonesia, menjelaskan, anggapan bahwa perempuan adalah mahkluk yang rumit dan sulit dimengerti, mungkin karena yang melihat dari sisi laki-laki.
“Menurut penelitian Paul Costa, Robert McCrae, dan Antonio Terracciano yang melibatkan 23.000 laki-laki dan perempuan dari 26 budaya, termasuk di Hong Kong, Amerika, India, dan Rusia.
Perempuan menyebutkan diri mereka sendiri sebagai orang yang lebih hangat, lebih ramah, namun lebih cemas dan sensitif terhadap perasaan mereka daripada laki-laki. Sementara laki-laki menyebutkan bahwa mereka lebih asertif dan terbuka pada ide baru,” urainya.
Penelitian lain yang dilakukan oleh McCrae dan teman-temannya, menemukan hasil yang mirip dari 12.000 orang dari 55 budaya yang berbeda. Kalau sebelumnya mereka diminta untuk rating diri mereka sendiri, kali ini mereka diminta untuk me-rating laki-laki atau perempuan yang mereka tahu dengan jelas. “Hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang di atas,” kata Naomi.
Cara komunikasi yang berbeda
Naomi Ernawati Lestari, M.Psi, psikolog dari Klinik LightHOUSE Indonesia, menjelaskan, anggapan bahwa perempuan adalah mahkluk yang rumit dan sulit dimengerti, mungkin karena yang melihat dari sisi laki-laki.
“Menurut penelitian Paul Costa, Robert McCrae, dan Antonio Terracciano yang melibatkan 23.000 laki-laki dan perempuan dari 26 budaya, termasuk di Hong Kong, Amerika, India, dan Rusia.
Perempuan menyebutkan diri mereka sendiri sebagai orang yang lebih hangat, lebih ramah, namun lebih cemas dan sensitif terhadap perasaan mereka daripada laki-laki. Sementara laki-laki menyebutkan bahwa mereka lebih asertif dan terbuka pada ide baru,” urainya.
Penelitian lain yang dilakukan oleh McCrae dan teman-temannya, menemukan hasil yang mirip dari 12.000 orang dari 55 budaya yang berbeda. Kalau sebelumnya mereka diminta untuk rating diri mereka sendiri, kali ini mereka diminta untuk me-rating laki-laki atau perempuan yang mereka tahu dengan jelas. “Hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang di atas,” kata Naomi.
Sebuah penelitian tahun 2013 mengenai perbedaan temperamen
laki-laki dan perempuan dari 357 pasang anak kembar. Laki-laki
digambarkan sebagai lebih aktif daripada perempuan.
Sementara perempuan
digambarkan lebih pemalu dan memiliki kontrol terhadap perhatian dan
perilaku mereka.
Perbedaan emosi, cara pandang, penyelesaian masalah, dari
perempuan dan laki-laki menyebabkan laki-laki memandang perempuan lebih
rumit karena mereka lebih banyak mempergunakan sisi emosional mereka
dibandingkan sisi rasional.
Sementara, kata Naomi, laki-laki lebih melihat sisi rasional,
sehingga emosional dikesampingkan. Hal inilah yang membuat perempuan
mempunyai lebih banyak pertimbangan sehingga laki-laki merasa perempuan
lebih rumit.
“Anggapan tersebut mungkin muncul karena seringkali pria sulit
mengerti apa yang sebenarnya diinginkan perempuan.
Banyak akhirnya
masalah dan kesalahpahaman timbul di antara laki-laki dan perempuan
karena perbedaan cara berkomunikasi,” katanya.
Laki-laki berkomunikasi dengan cara yang spesifik. Mereka melihat
sesuatunya lebih harafiah daripada perempuan karena mereka
berkomunikasi dari kepalanya, menggunakan pikiran dan logika.
Perempuan
bisa berkomunikasi seperti ini juga, tapi mereka mengembangkan cara
berkomunikasi lainnya, yang menggunakan emosi dan perasaan untuk
mengekspresikan pengalaman mereka.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
“Jadilah karena cara berkomunikasinya berbeda, sering terjadi
salah paham dan akhirnya perempuan dianggap rumit.
Mengapa? Karena
mereka seringkali tidak mengomunikasikan apa yang sebenarnya ingin
mereka katakan dan berharap pria langsung mampu menangkap apa yang
mereka maksud.” Jelas Naomi
Angkat masalah sosial perempuan
Senada dengan penjelasan di atas, Tiara menyebut bahwa buku
kumpulan cerita pendeknya juga mengungkap tentang sisi emosional yang
dimiliki perempuan — khususnya bagaimana memperlakukan kenangan — tapi
urung ditunjukkan karena perempuan “pandai” menjaga perilakunya.
“Sebenarnya ide dari buku ini berasal dari keresahan saya sebagai
perempuan. Lalu akhirnya saya salurkan jadi cerita pendek.
Begitu
banyak realita yang dihadapi perempuan, tapi jarang yang bisa melihat
dari sudut pandangnya. Ya, cerpen-cerpen ini bermulai dari sana,” tambah
Tiara.
Menanggapi hali itu, Naomi berkata, “ Yang perlu diluruskan agar
anggapan bahwa perempuan itu rumit adalah ingatlah bahwa pada dasarnya
struktur otak dan cara berkomunikasi perempuan itu berbeda dengan
laki-laki.
Agar komunikasinya bisa efektif dan dapat menyampaikan maksud
yang diinginkan dengan jelas perlu komunikasi yang efektif.”
Untuk laki-laki, tambah Naomi, coba pahami apa yang tersirat dari
kata-kata yang diutarakan oleh perempuan.
Belajar untuk tidak melihat
segala sesuatu secara harafiah saja, tapi lihat apa yang tersirat. Hal
ini bisa dilakukan kalau emosi kita sudah terhubung sehingga semakin
lama kemampuan kita memahami lebih baik.
“Hal yang sulit adalah karena pria diajarkan untuk menarik
emosinya dan tidak terlalu memperlihatkannya.
Sehingga memahami emosi
orang lain akan sulit bagi mereka. Padahal perempuan itu berkomunikasi
melalui emosi,” papar Naomi
Ketika kita bisa belajar arti sebenarnya dari apa yang dikatakan,
kita bisa mulai percakapan yang lebih berarti. “Sehingga tidak terjadi
kesalahpahaman dan frustasi dalam mengahadapi perempuan,” jelas Naomi.
“Jadi, sesungguhnya, perempuan itu sederhana, sangat sederhana.
Asal kamu mampu mengenal hatinya, kamu akan tahu bahwa
keinginan-keinginannya tidak pernah rumit. Kamu bisa melihat di dalam
cerpen “Ruth”.
Cerpen ini bercerita tentang seorang perempuan yang
melakukan perjalanan dengan putrinya demi mengulang sebuah kenangan.
Kamu akan menyaksikan betapa seorang perempuan begitu cerdas dalam
memperlakukan kenangan,” kata perempuan yang kini tinggal di Depok- Jawa
Barat.
Terpenting, semua isi dari cerpen ini memotret realitas
kehidupan. Kamu tidak hanya disajikan sebuah cerita yang isinya
diperankan tokoh perempuan, tapi juga mengangkat masalah sosial di sini.
Akan ada nilai-nilai yang akan mengubah pemikiran kamu begitu selesai
menutup buku ini. Ditambah kamu akan dibuat terlena bahkan merana dengan
gaya penceritaan serta pilihan kata penulis yang memikat.
Lebih dalam, kata Tiara Sari, lewat buku ini kamu akan tahu
betapa setiap perempuan akan menjadi rumah yang akan membuatmu merasa
sempurna — hanya bila kamu betul-betul mengenalnya.
“Sudahkah kamu mengenal perempuan? Mengenal hatinya, bukan
wajahnya. Jika kamu ingin memulai, kamu bisa memulainya dari
Perempuan-Perempuan Perawat Kenangan ini” pungkasnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar