Mkvpoker Agen Poker Online - Idul Fitri adalah momen kebahagiaan, sekali pun di sana ada air mata yang menetes kala seorang anak bersujud di bawah kaki orangtuanya. Hari Raya Idul Fitri adalah kado terindah Allah SWT untuk umat Islam.
Kebahagiaan yang dirasakan di Hari Raya Idul Fitri tak bisa dibayar dengan apa pun. Itu kenapa, banyak dari perantau rela kembali ke kampung halaman untuk bisa berkumpul bersama sanak saudara. Momen ini tak dapat tergantikan.
Tapi, berbeda dengan yang dialami Febriani Putri Azahra. Gadis berusia 11 tahun ini harus menerima kenyataan di mana dirinya mesti merayakan Hari Raya Lebaran 2019 tanpa kehadiran ayah di sampingnya. Di mana, sudah 6 tahun yang lalu dia merayakan Lebaran tanpa ibu.
Ya, Putri, sapaan akrabnya, akan merayakan Lebaran tahun ini tanpa kehadiran kedua orangtuanya. Status anak yatim piatu dipegangnya di usia yang masih kecil. Harapan besar bisa membahagiakan orangtua tak ada lagi di hidupnya.
Kebahagiaan yang dirasakan di Hari Raya Idul Fitri tak bisa dibayar dengan apa pun. Itu kenapa, banyak dari perantau rela kembali ke kampung halaman untuk bisa berkumpul bersama sanak saudara. Momen ini tak dapat tergantikan.
Tapi, berbeda dengan yang dialami Febriani Putri Azahra. Gadis berusia 11 tahun ini harus menerima kenyataan di mana dirinya mesti merayakan Hari Raya Lebaran 2019 tanpa kehadiran ayah di sampingnya. Di mana, sudah 6 tahun yang lalu dia merayakan Lebaran tanpa ibu.
Ya, Putri, sapaan akrabnya, akan merayakan Lebaran tahun ini tanpa kehadiran kedua orangtuanya. Status anak yatim piatu dipegangnya di usia yang masih kecil. Harapan besar bisa membahagiakan orangtua tak ada lagi di hidupnya.
Pada Okezone, Putri menjelaskan kalau dirinya akan
merayakan Lebaran bersama kakak dan bibinya. "Aku tinggal bareng Bi Dian
dan Lebaran ini paling sama kakak dan keluarga di sini," ungkapnya
malu-malu, Sabtu Juni 2019.
Keputusan Putri menetap bersama bibinya ternyata bukan tanpa alasan. Dian menjelaskan ke Okezone
kalau dia memang sudah mengurus Putri sejak usianya 3 tahun. Sampai
besar pun, dia yang menngurus Putri, mulai dari masalah makan
sehari-hari sampai urusan sekolah.
Dian menuturkan, Ayah Putri memberikan uang bulanan ke dia dan
karena itu semua urusan Putri dia yang mengatur. Dian sudah menganggap
dirinya sendiri adalah ibu buat Putri. Sebab, Putri sudah ditinggal
ibunya sejak berusia 3 tahun dan di tahun ini, di akhir Ramadan, dia
mesti kehilangan ayahnya.
Momen Lebaran yang biasanya diisi dengan sungkem ke orangtua tak
lagi bisa dirasakan Putri. Dia mesti tabah dengan keadaan dan beruntung
keluarga dia selalu ada di sampingnya.
"Ayah belum membelikan aku baju baru, tapi aku tahu alasannya.
Ayah berjuang dengan penyakitnya dan aku nggak sama sekali mikirin baju
baru," cerita Putri.
MKVPOKER - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Malah, pada Okezone, Putri menyatakan kalau dirinya ingin memberikan sesuatu untuk ayahnya nanti di momen Hari Raya Idul Fitri. "Putri ingin datang ke makam ayah, mau bacain Alquran buat ayah sama ibu. Cuma itu yang bisa Putri lakuin," sambungnya.
Gadis kelas 5 SD Pakulonan 1 Tangerang Selatan ini melanjutkan, Bi
Dian memang selalu ada di sampingnya. Dia sudah dianggap seperti ibu
sendiri. Karena itu juga Putri bakal Lebaran bersama dia dan kakak
lainnya.
Sedih karena tak bisa merayakan Lebaran bersama ayah sudah dia
luapkan semuanya di hari meninggalnya sang ayah, Kamis 23 Mei 2019.
Tangis itu pecah dan rasa sedih itu diperkuat karena Putri tidak bisa
melihat ayah untuk terakhir kali di Rumah Sakit Umum Daerah Pamulang.
Harapan terbesar sang ayah diutarakan Bi Dian pada Okezone.
Ayah Putri berharap kalau Putri bisa jadi orang sukses dan tetap
sayang dengan keluarga lainnya. Sang ayah juga berharap Putri bisa
melanjutkan kehidupan sampai akhirnya mimpi Putri tercapai.
"Ayahnya cuma berpesan supaya Putri jangan "meleng" dan terus
selalu ada di dekat keluarga. Putri harus bisa meraih mimpi Putri meski
tanpa ayah," ucap Bi Dian menirukan harapan ayah Putri.
Di Lebaran ini, Putri mengatakan kalau dirinya cuma punya satu
kado untuk ayah dan ibu. Kado tersebut adalah doa terbaiknya supaya
kedua orangtuanya bahagia di surga bersama Allah SWT.
"Doa Putri di Lebaran ini, Putri mau minta ke Allah supaya ayah
dan ibu masuk surga dan Putri bisa sehat terus," ucapnya lantas
menangis dalam dekapan Bi Dian.
Momen harus itu tak bisa terbendung. Gadis berusia 11 tahun mesti
rela ditinggal kedua orangtuanya. Tak ada lagi orang yang bisa dia
mintai wejangan dan selalu ada di semua kondisi hidup. Putri harus
merasakan hal itu semua di usianya yang masih kecil.
Masa depannya ada di tangannya sendiri, kakak kandungnya, dan
keluarga yang ada di sekitarnya. Tanggung jawab hidupnya sudah dia
pegang sendiri dan ini tak mudah untuk siapa pun. Putri kuat dengan
dirinya sendiri.
"Ibu aku meninggal dunia di Arab Saudi pas Ramadan, ayah aku
meninggal dunia pas Ramadan juga. Semoga Allah mengampuni dosanya dan
dimasukkan mereka ke surganya Allah. Putri cuma bisa kasih doa buat
mereka," tambahnya menahan air mati.
Momen Lebaran buat Putri adalah momen kebahagiaan sekaligus
kesedihan. Dia mesti mengikhlaskan diri untuk tidak merayakan Idul Fitri
bersama orangtuanya. Tapi, dia bahagia kakak dan keluarganya ada di
samping dia.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar