Mkv Poker - Dalam sebuah pertemanan,
tentunya akan selalu ada permasalahan yang muncul. Terkadang
permasalahan bukan hanya sekadar sifat buruk dari teman, melainkan juga
gaya hidup masing-masing orang.
Ya, terkadang ada orang yang terjebak dalam lingkaran pertemanan
yang gaya hidupnya mewah, padahal dia sendiri tidak memiliki cukup uang
untuk mengikutinya. Bila sudah begitu, tak menutup kemungkinan orang
tersebut melakukan berbagai cara untuk mendapatkan banyak uang.
Entah itu meminjam orang lain, menggunakan tabungan, atau bahkan yang
tergolong nekat seperti mencuri. Semuanya dilakukan agar ia tidak
dikucilkan oleh lingkaran pertemanannya. Namun, apakah harus demikian?

Menurut psikolog klinis dewasa, Arrundina Puspita Dewi, M.Psi, tetap
bertahan dalam lingkaran pertemanan yang gaya hidupnya mewah tidak
masalah. Sebab dalam pertemanan ada kebutuhan emosional yang juga
terpenuhi sehingga memberi kenyamanan dalam diri seseorang. Hanya saja,
jangan lupa untuk membuat batasan bagi diri sendiri.
MKVPOKER - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
"Ketika pertemanan justru lebih banyak merugikan dan destruktif karena ada kebiasaan yang
tidak bisa diikuti, tanyakan pada diri sendiri, 'Sebenarnya apa yang
didapatkan dari pertemanan ini? Sebandingkah kebutuhan yang terpenuhi
dengan apa yang dilakukan atau dikorbankan?' Jika tidak, jelaskan ke
teman kalau ada hal-hal atau kebiasaan yang tidak bisa diikuti," tutur
Arrundina.
Dirinya mengatakan, teman yang baik akan memahami keadaan yang
dialami oleh temannya. Mereka akan tetap menerima kondisi temannya dan
tetap menjaga hubungan.
Namun bila yang terjadi adalah sebaliknya, di mana teman
tersebut malah menjauh karena ada seseorang yang tidak bisa mengikuti
gaya hidup di lingkaran pertemanan tersebut, maka tidak ada salahnya
untuk ditinggalkan.
"Hal itu bisa dijadikan alarm bahwa pertemanan yang terjalin
selama ini tidak sehat. Dalam gaya hidup pertemanan, memang harus dibuat
prioritas, mana kebutuhan primer, mana yang tersier. Jangan sampe yang
tersier mengganggu yang primer," pungkas Arrundina.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar