ZAMAN sekarang banyak wanita yang masih ragu jika memberitahukan tentang masa lalunya, mungkin jika kamu tidak perawan akan merasa bingung dan takut untuk memberitahu pasanganmu akan masa kelammu itu.
Dari pernyataan di atas, mengutip dari Bandar Ceme, Jumat (14/12/18) apakah kamu harus memberitahu pasanganmu bahwa kamu masih perawan atau tidak?.
Misalnya Jessica, wanita yang berusia 23 tahun dan tinggal di Mississippi. Baru-baru ini ia berpacaran dengan seorang pria, kemudian pembicaraan tentang kehidupan seks pun muncul.
"Dia menjelaskan kepadaku bahwa dia masih perjaka, dan dia akan menunggu (untuk berhubungan intim) sampai dia menikah," kata Jessica. "Lalu dia bertanya seperti, apakah kamu juga perawan?" tambahnya.
Dari pernyataan di atas, mengutip dari Bandar Ceme, Jumat (14/12/18) apakah kamu harus memberitahu pasanganmu bahwa kamu masih perawan atau tidak?.
Misalnya Jessica, wanita yang berusia 23 tahun dan tinggal di Mississippi. Baru-baru ini ia berpacaran dengan seorang pria, kemudian pembicaraan tentang kehidupan seks pun muncul.
"Dia menjelaskan kepadaku bahwa dia masih perjaka, dan dia akan menunggu (untuk berhubungan intim) sampai dia menikah," kata Jessica. "Lalu dia bertanya seperti, apakah kamu juga perawan?" tambahnya.
Jessica berkata dia langsung merasa gugup. Sebab sebelumnya dia
pernah berhubungan seks, tetapi karena keyakinan agamanya, sejak saat
itu ia berhenti berhubungan seks.
Menurut Jessica hal itu sangat
menegangkan. Dia merasa sulit, dan menurutnya dia keras kepada dirinya
sendiri.
Terkadang rasanya tidak apa-apa bagi pria untuk melakukan apa
pun, tetapi jika ada seorang gadis yang mengatakan “Aku bukan perawan,
kita akan terlihat lebih malu."
Rasa malu ini adalah sesuatu yang banyak dialami oleh wanita muda
saat ini, terlepas dari latar belakang agama.
Dan perkataan Jessica
benar bahwa pria dan wanita diperlakukan berbeda ketika membahas tentang
problem seksual.
Jika kita tidak melihat ke dalam budaya populer, tidak akan
terhitung studi yang mendokumentasikan mengenai standar seksual bagi
masyarakat.
Laki-laki heteroseksual pada umumnya akan lebih dihargai
karena bisa memiliki jumlah pasangan seksual yang lebih banyak,
sementara untuk wanita akan dianggap negatif jika sudah pernah
berhubungan intim lebih dari satu lelaki.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Jadi hal-hal seperti itu pasti membuat banyak wanita khawatir.
Contohnya Jessica, dia bingung apakah harus memberitahu pasangan barunya
apakah dia pernah berhubungan intim atau tidak.
Sulit untuk mengetahui
dengan pasti berapa banyak wanita yang merasa khawatir tentang hal ini,
tetapi beberapa hasil dari mesin pencarian Google dan Yahoo menunjukkan
bahwa kekhawatiran tentang memberitahukan sejarah seksualmu adalah hal
yang biasa.
Tentu saja, karena banyak standar orang yang mengatakan bahwa
orang-orang hanya akan menyukai wanita yang masih perawan yang belum
pernah berhubungan intim.
Karena sebelumnya juga ada mitos yang
mengatakan bahwa kamu akan berdarah saat melakukan hubungan intim
pertama kali, sehingga kamu akan selalu mengingat hubungan seks
pertamamu.
Sebagian besar wanita memang akan mengalami pendarahan saat
berhubungan seks pertama kali, namun memang ada beberapa wanita yang
tidak mengalami pendarahan dan hal itu wajar.
“Cherry Popped” ini adalah
istilah untuk menyebut selaput dara yang telah “sobek” setelah pertama
kali melakukan hubungan seks.
Namun, selaput dara ini tidak benar-benar
sobek, dan mungkin selaput ini hilang ketika kamu sering mengendarai
sepeda atau saat sedang melompat-lompat waktu kamu masih kanak-kanak.
Secara teknis memang beberapa wanita mengalami pendarahan ringan
setelah berhubungan seks untuk pertama kalinya.
Tapi pendarahan juga
bisa terjadi hingga ke 100 kalinya saat seorang wanita melakukan
hubungan seks, yang disebabkan oleh tetesan kecil yang menempel di
dinding vagina, bercak menstruasi, dan beberapa hal-hal lainnya seperti
polip di vagina.
Terlepas dari itu, seharusnya pasanganmu tidak membuatmu merasa
buruk karena sejarah seksualmu di masa lalu.
Meskipun misalnya mereka
mengharapkan bahwa kamu masih perawan atau tidak, mungkin akan lebih
baik jika kedua pihak saling jujur dan tetap mendiskusikan jika
sebelumnya ternyata kamu memiliki riwayat penyakit seperti IMS, Herpes,
HPV, dan lainnya yang mungkin semuanya tidak dapat disembuhkan.
Pada akhirnya, Jessica memberi tahukan pasangan barunya tentang cerita masa lalunya sendiri karena dia tidak ingin berbohong. Dan jika pasangannya berpandangan buruk (untungnya dia tidak melakukannya), Jessica tidak akan menyesal jika dia telah berkata jujur kepada pasangannya.
Menurut Jessica pasangannya harus menerima dirinya apa adanya, mengenai masa lalunya dan semuanya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar