Agen Poker Indonesia - SELAMA dirawat di rumah sakit karena mengidap kanker darah, Ani Yudhoyono tetap mensyukuri segala keadaannya. Meskipun dirawat di Singapura, namun para menantunya pun bergantian untuk merawat dirinya.
Setiap hari di media sosial, Ani Yudhoyono berbagi keluh kesah saat sakit. Dia tetap berusaha bahagia, meski wajahnya tampak pucat dan tubuhnya merasa lemas.
Sehari lalu, dia pun berbagi kisah bahwa Annisa Pohan, menantu pertamanya setia menunggu Ani Yudhoyono. Sebelumnya, dia juga sangat menantikan kehadiran Annisa Pohan dari Indonesia dengan penuh harap.
Setiap hari di media sosial, Ani Yudhoyono berbagi keluh kesah saat sakit. Dia tetap berusaha bahagia, meski wajahnya tampak pucat dan tubuhnya merasa lemas.
Sehari lalu, dia pun berbagi kisah bahwa Annisa Pohan, menantu pertamanya setia menunggu Ani Yudhoyono. Sebelumnya, dia juga sangat menantikan kehadiran Annisa Pohan dari Indonesia dengan penuh harap.
"Suster Annisa @annisayudhoyono sudah datang, sempat berjemur
matahari sebentar. Aku syukuri nikmat Allah yang ada, detik demi detik,
menit demi menit, jam demi jam #alhamdulillah," ucap Ani Yudhoyono lewat
caption foto, sehari lalu.
Annisa Pohan pun langsung membalas di kolom komentar sang ibu
mertua. Dia menyebutkan bahwa kondisi Ani Yudhoyono kini terlihat
semakin membaik.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
"Melaporkan ke teman-teman yang menunggu kabar Ibu Ani.
Alhamdulillah hari ini Memo segar dan tadi malam dapat tidur pulas,"
tulis Annisa Pohan, dilansir Agen Poker Indonesia.
Pada pasien kanker sejatinya dukungan keluarga sangat dibutuhkan
untuk mempercepat kesembuhan. Baik itu suami, anak-anaknya, hingga
menantu dan cucu yang bisa membagikan energi positif.
Psikolog Nyi Mas Diane Wulan mengatakan, setiap pasien kanker
pasti mengalami perasaan shock setiap hari.
Pikiran terganggu, begitu
juga kondisi fisiknya yang dirasa kian memburuk. “Jangan hanya merasa
terpuruk dengan penyakit. Pasien harus tetap bersosialisasi, lakukan
hobi atau pekerjaan jika masih memungkinkan," ujarnya.
Paling tidak saat berada di dekat keluarga, pasien kanker tetap
merasa nyaman. Kalau ada keluh kesah yang mengganjal sebaiknya
dibicarakan.
Selain itu, memompa rasa semangat juga pasti dilakukan. Kalau
kondisi psikis pasien mendukung, keajaiban untuk sembuh pasti akan
terjadi.
"Keluarga harus berperan dalam memberikan motivasi yang
diperlukan, membesarkan hati pasien, mengantarkan berobat, mengingatkan
waktu minum obat dan lainnya. Meski sakit, sebisa mungkin untuk
bermanfaat bagi orang lain," pungkasnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar