Agen Poker Indonesia - KITA pasti cukup familier dengan ungkapan bahwa masa depan suatu bangsa ada di tangan para generasi mudanya. Inilah mengapa peran serta dari generasi milenial sangat esensial untuk membangun suatu negara.
Namun dalam perjalanannya, tentu banyak halangan yang harus dihadapi oleh para generasi milenial. Salah satunya paham ekstrimisme, radikalisme yang mana akhirnya menjadikan generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang intoleran terhadap sesama bahkan menjadi dekat dengan paham terorisme.
Namun dalam perjalanannya, tentu banyak halangan yang harus dihadapi oleh para generasi milenial. Salah satunya paham ekstrimisme, radikalisme yang mana akhirnya menjadikan generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang intoleran terhadap sesama bahkan menjadi dekat dengan paham terorisme.
Sayangnya, generasi milenial memang dipandang rentan untuk terkena
paham radikalisme. Di mana salah satu faktor pendukungnya, seperti yang
disebutkan oleh Shintya Rahmi selaku General Manager dari Global Peace
Foundation Indonesia ditunjang dengan perkembangan media sosial yang
begitu pesat di Indonesia.
“Generasi milenial itu inginnya yang instan. Siapa sih anak muda
sekarang yang enggak pegang gadget? Mereka cari tahu dari gadget,
contohnya berdasarkan hasil penelitian sumber pengetahuan agama
anak-anak milenial sekarang itu kebanyakan dari gadget, penelusuran
media sosial seperti Youtube dan Instagram, bukan belajar dari guru
langsung atau buku-buku,” jelas Shintya, dilansir Agen Poker Indonesia.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Sinthya melanjutkan, perkembangan media sosial di era digital
yang begitu besar di Indonesia ini jadi lahan subur bagi orang-orang
penganut paham radikalisme yang ekstrem untuk menerapkan paham tersebut
pada generasi milenial.
“Ini era digital, jadi ya semua gampang diakses. Anak SD saja sekarang
sudah enggak bisa lepas dari Youtube, anak-anak sekolah pegang
smartphone semua enggak bisa hidup tanpa smartphone, semua dibuat serba
gampang.
Inilah yang pada akhirnya membuat orang-orang yang punya paham
radikal jadi paham betul memanfaatkan hal ini, tahu betul celahnya,”
pungkas Shintya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar